HAYUKABOGOR.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melakukan verifikasi data Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) di wilayahnya untuk mewujudkan masyarakat sehat dan bebas dari penyakit akibat perilaku buang air besar sembarangan (BABS).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa ODF merupakan indikator penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“ODF tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memberikan pengaruh positif pada perekonomian masyarakat. Dengan anggaran kesehatan yang terbatas, kita harus memprioritaskan upaya promotif dan preventif seperti program ODF ini,” jelasnya, Kamis 9 Januari 2025.
Ia juga menyampaikan bahwa verifikasi data ODF kali ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga tingkat desa. Proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pemeriksaan dokumen maupun verifikasi langsung di lapangan.
“Kami optimis bahwa dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, Kabupaten Bogor dapat segera mencapai target 100% ODF,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, memberikan apresiasi atas komitmen Kabupaten Bogor dalam mencapai target ODF.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan langkah penting untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang mendukung kemajuan bangsa.
“Kabupaten atau kota yang melaksanakan verifikasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian mereka terhadap kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Vini.
Sekedar informasi, pada tahun 2023, Pemkab Bogor masih mencatat sebanyak 23 desa yang masyarakatnya masih melakukan aktivitas buang air sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
Jumlah tersebut didapat berdasarkan data yang diungkap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor sepanjang 2023. Dimana dari 416 desa yang ada, 393 desa di antaranya yang sudah bebas dari kebiasaan ODF.(*)







