Aban Sudrajat, Sagala Tina Awi, Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya

oleh
Aban Sudrajat pendiri Workshop Sagala Tina Awi di Cigombong, Kabupaten Bogor (dok : pribadi)

Uniknya, bambu, menurut Aban, memiliki ketahanan lebih kuat dibandingkan kayu. Bambu elastis dan mudah dibentuk. Namun, untuk mengolah karakteristik bambu yang demikian itu, kata Aban, butuh pemahaman yang baik terhadap jenis bambu yang akan digunakan sebagai bahan. Juga, kata dia, bisa dibilang ada teknik dan waktu khusus saat menanam dan menebang bambu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Persoalan lainnya, kata Aban, adalah peralatan atau teknologi untuk dapat memaksimalkan karakter bambu sebagai bahan baku. Selain itu, juga butuh tenaga kerja kreatif dan terampil. Mendapatkan SDM tersebut, kata Aban, tidaklah mudah. Pun demikian untuk pengadaan peralatan yang harganya masih cukup terbilang mahal.

“Kalau sekarang yang saya lakukan adalah memberikan pelatihan dan memutar sebagian hasil penjualan untuk beli peralatan,” katanya.

Atas keuletannya itu, Aban tak terhitung kali mendapat apresiasi dan penghargaan. Penghargaan terakhir dia dapat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Juli 2023. Aban juga kerap membantu pemerintah Kabupaten Bogor sebagai pengisi pameran produk lokal baik di Kabupaten Bogor maupun di luar daerah lainnya.

 

Aban Sudrajat menerima penghargaan dari Kemenparekraf

Komentar ditutup.