Oting Supriatna Pendiri Sharaga Art, Ubah Limbah PVC Jadi Produk Bernilai Tinggi

oleh
Oting Supriatna pendiri Sharaga Art mengubah potongan pipa PVC menjadi produk bernilai ekonomi (dok : Sharaga Art)

Sharaga Art kini menjadi nama workshop milik Oting di rumahnya. Penamaan itu, kata Oting, memiliki arti mendalam, setidaknya bagi dirinya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Sharaga itu Satu raga, bagi saya artinya meluas satu raga satu jiwa, menjalankan usaha ini dengan sepenuh hati,” kata dia.

Art, kata dia, diambil dari bahasa Inggris yang berarti seni.

Oting kini fokus menciptakan karya-karya dari bahan potongan PVC. Selain untuk menghidupkan istri dan dua anaknya, Oting mengatakan, usahanya itu juga memiliki misi menyelamatkan lingkungan dari limbah yang menimbulkan berbagai masalah.

Menurut Oting yang telah “menyulap” bahan-bahan itu menjadi produk, sebetulnya tidakada yang namanya limbah. Bagi dia, apapun yang dianggap sampah sebenarnya adalah bahan yang belum diolah.

“Paradigma umum, bicara limbah sama dengan sampah. Sebetunya tidak begitu, limbah itu bahan yang belum diolah. Jadi sebetulnya tidak ada limbah,” cetus dia.

Butuh Peralatan

Oting masih mengerjakan produknya dengan alat seadanya. Namun, ayah dari Rafka (18) dan Raisya (13) itu, kini mulai tertarik memadukan bahan sisa pipa PVC bakar dengan teknologi yang lebih canggih dengan sentuhan seni. Menurut Oting, bahan PVC bakar memiiki keunggulan karena sifatnya yang lentur dan kuat. Produk dari bahan itu, kata dia, bisa “berumur” panjang.

Karena itu, selain utuk aksesoris, produk berbahan PVC bisa juga untuk desain interior dan arsitektur. Namun, kata Oting, peralatan yang dibutuhkan tentunya harus ditingkatkan.

“Saya ingin sekali memiliki mesin CNC Router, CNC laser untuk mempercepat produksi dan menambah varian produk,” kata dia.

Namun, sebagai pengusaha kecil, Oting haru sedikit menahan hasratnya untuk pengadaan alat-alat itu. Hasil penjualan produknya, masih dialokasikan untuk menafkahi keluarga dan menyambung modal produksi.

Oting mencoba cara lain dengan menawarkan proposal kepada pemerintah setempat. Namun, rupanya belum ada yang merespons tawaran itu. Hal itu pun tak membuatnya patah arang. Oting tetap menjalankan usahanya. Terus berkarya dan berbuat nyata menyelamatkan lingkungan dari limbah PVC.

“Bagi saya berkarya saja terus, dan mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi sumber rejeki yang berkah buat keluarga dan berkah juga untuk lingkungan kita,” kata dia.

Produk Sharaga Art dari bahan PVC bakar saat mengikuti pameran Kriya (dok : Sharaga Art)

 

 

Komentar ditutup.