Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk segera memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan di Kampung Malani, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Wilayah yang juga dikenal sebagai Kampung Tokyo itu disebut masih kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sastra menegaskan bahwa selain pembangunan infrastruktur jalan yang tengah berlangsung, keberadaan puskesmas pembantu (pustu) menjadi kebutuhan mendesak bagi warga. Pasalnya, jarak ke fasilitas kesehatan terdekat cukup jauh dan menyulitkan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
“Selain jalan, fasilitas kesehatan juga perlu diperhatikan, salah satunya di Kampung Malani. Jaraknya cukup jauh menuju puskesmas, sehingga perlu dibangun pustu,” ujar Sastra, Sabtu (23/8/2025).
Ia menambahkan, meskipun pembangunan jalan menuju Malasari telah berjalan, kondisinya masih belum sepenuhnya memadai. Beberapa ruas jalan masih berupa batu dan cukup menyulitkan akses warga maupun kendaraan layanan kesehatan.
“Kita akan selesaikan jalannya dulu. Insya Allah setelah rampung, pembangunan pustu bisa segera direalisasikan. Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk meningkatkan pelayanan dasar masyarakat,” tambahnya.
Soroti Minimnya Penerangan Jalan
Selain akses jalan dan layanan kesehatan, Sastra juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di jalur menuju Malasari. Ia menilai ketersediaan PJU akan sangat membantu mobilitas warga dan mendukung sektor wisata yang mulai tumbuh di kawasan tersebut.
“Ketika jalannya sudah rapi, insya Allah penerangan jalan juga akan kita lengkapi. Ini penting, tidak hanya untuk warga tapi juga wisatawan yang datang ke Malasari,” jelasnya.
Warga Keluhkan Sulitnya Akses Layanan Kesehatan
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 01 Kampung Malani, Sahim. Ia mengatakan bahwa warga di wilayahnya harus menempuh perjalanan lebih dari satu jam untuk mencapai Puskesmas Cisangku, yang merupakan fasilitas kesehatan terdekat.
“Kalau ada warga sakit, harus ke Puskesmas Cisangku dengan jarak tempuh sekitar satu jam. Kami mohon kepada Bupati dan jajaran agar fasilitas kesehatan diutamakan, khususnya di Dusun 4 Kampung Malani,” ujarnya.
Selain pembangunan pustu, Sahim juga meminta penambahan tenaga medis. Saat ini, hanya ada satu bidan yang melayani seluruh wilayah, yang menurutnya tidak cukup untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Bidan hanya satu orang, sedangkan masyarakatnya banyak. Kami berharap bisa ada tambahan tenaga kesehatan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah fokus mengembangkan kawasan Malasari sebagai destinasi sport tourism nasional melalui ajang Tour Malasari Halimun Salak. Namun warga berharap pengembangan wilayah juga dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama layanan kesehatan dan infrastruktur pendukung lainnya.







