Jadi Biang Kerok Ricuh, Begini Kacaunya Hasil Pemilu 2024 di Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor

oleh -43 Dilihat
Penyelenggara Pemilu 2024 Kecamatan Gunung Putri mempersiapkan dokumen hasil pemilihan untuk dibawa ke Rapat Pleno KPU Kabupaten Bogor
Penyelenggara Pemilu 2024 Kecamatan Gunung Putri mempersiapkan dokumen hasil pemilihan untuk dibawa ke Rapat Pleno KPU Kabupaten Bogor
banner 468x60

HAYUKABOGOR.COM – Proses rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu 2024 tingkat KPU Kabupaten Bogor berkali-kali terpaksa dipending. Salah satu sebabnya, bersumber dari Kecamatan Gunung Putri yang sejak rapat pleno di tingkat kecamatan ditemukan banyak ketidakberesan.

 

Hasil Pemilu 2024 di Gunung Putri tak selesai di rapat pleno PPK. Pada hari terakhir, Sabtu 2 Maret 2024, pembahasan masih menyisakan tiga kecamatan belum melewati proses sinkronisasi.

 

Namun, rupanya tujuh kecamatan lainnya yang sudah melewati pembahasan datanya kacau balau.

 

“Ternyata data kecamatan yang sudah dipleno tingkat PPK data di aplikasi Sirekapnya berubah dan tidak sesuai, ” ujar Komisiner Bawaslu Kabupaten Bogor, Senin 4 Maret 2024 malam.

 

Burhan pun mengaku bingung kenapa data yang diinput melalui aplikasi Sirekap berbeda dengan hasil rekap tingkat kecamatan. Menurut dia, komisioner PPK yang memiliki akses ke aplikasi Sirekap tidak satu pun yang mengaku mengubah angka-angka tersebut.

 

“Jadi ternyata bukan manusia aja yang kemasukan setan, aplikasi juga ternyata bisa ya,” kata pria yang karib disapa Bu’ang itu berkelakar.

 

Bu’ang enggan menyebut perubahan data menguntungkan pihak mana. Namun, pantauan rasioo.id, data sementara di Kecamatan Gunung Putri menguntuntungkan Caleg DPR RI Partai Demokrat dan Caleg incumbent Anton Sukartono Suratto.

 

Adapun, PPP merasa dirugikan atas hasil yang ditengarai penuh masalah tersebut. Elly Yasin yang juga incumbent DPR RI terancam kehilangan kursi. Melihat data sementara yang ada, suara PPP selisih 9 ribu-an dengan Demokrat.

Kedua pendukung caleg berjaga di lokasi. Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor, Junaedi Samsudin dan Ketua DPC Partai Demokrat, Dede Chandra berada di lokasi. Keduanya menolak diwawancara soal silang data  di Gunung Putri.

 

Rapat Pleno yang digelar KPU Kabupaten Bogor di Grand Ussu, Cisarua akan dilanjutkan pagi ini. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, hari ini, Selasa 5 Maret 2024 merupakan hari terakhir rapat pleno.

 

Dua kecamatan tersisa yakni Klapanunggal dan Gunung Putri. Dua kecamatan itu menjadi “pertarungan” Partai Demokrat dan PPP memperebutkan satu kursi DPR RI.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *