Kotak Suara Mulai Terdistribusi, Ketua KPU Kabupaten Bogor Tinjau Kelayakan Surat Suara

oleh -19 Dilihat
KPU Kabupaten Bogor mulai mendistribusikan kotak dan surat suara ke PPK di Kabupaten Bogor
KPU Kabupaten Bogor mulai mendistribusikan kotak dan surat suara ke PPK di Kabupaten Bogor (
banner 468x60

HAYUKABOGOR.COM – Kotak Pemilu berisi surat suara Presiden, DPR dan DPD RI mulai didistribusikan ke gudang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Bogor.

Ketua KPU Kabupaten Bogor, M Adi Kurnia menyebut, ketiga jenis kotak suara tersebut telah siap untuk didistribusikan ke Kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Mungkin nanti akan dibagi beberapa tahapan, karena engga mungkin nih semua dikirim, kalau skema yang dibuat kesekretariatan itu 15 hari, jadi satu Kecamatan itu tiga hari untuk lima kotak jenis suara,” ucap Adi, Kamis 25 Januari 2024.

Adi menyebut, di setiap mobil boks akan dimuat dengan muatan maksimal 180 kotak suara, yang mana mobil-mobil pengangkut kotak suara ini akan dikawal ketat oleh pihak kepolisian.

Untuk meminimalisir kerusakan pada kotak maupun kertas suara, penyelenggara pemilu telah melapisi kotak suara menggunakan plastik, hal ini ditujukan agar kotak maupun kertas tidak bahas atau robek jika terkena air.

“Kalau secara SOP sudah kita lakukan, dari kotak suara kita lapisi plastik, di dalam kotak suara untuk melindungi surat suara dilapis plastik selain dibungkus sama amplop untuk melindungi dari basah, memang sudah SOP dari KPU RI,” terangnya.

Adi menyebut, dari 3.973.004 surat suara, penyelenggara menyediakan kertas suara cadangan sebanyak 2 persen.

Lebih lanjut, Ketua KPU Kabupaten Bogor ini memaparkan, sedikitnya ada 4.024 kertas suara yang rusak, yang terbagi menjadi 3 kategori, yaitu 371 surat suara Presiden, 667 surat suara DPD RI dan 2.986 surat suara DPR RI.

“Rata-rata sobek, sama ada bekas noda, samar, variatif robeknya cacat dan selama sortir lipat tidak ada yang sudah dicoblos,” singkatnya.

Sementara itu, Kordiv SDM pada Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah mewanti lokasi-lokasi gudang PPK yang rawan bencana, seperti banjir.

Karena, menurut Irvan, pada Pemilu 2019 lalu, gudang PPK Ciseeng sempat direndam banjir, sehingga Bawaslu meminta KPU kembali mengkaji lokasi penempatan kotak suara.

Selain itu, Bawaslu pun akan kembali melakukan pemantauan ulang ke Gudang Ciseeng.

“Kita akan coba memberikan masukan ke KPU supaya ini dipertimbangkan, gudang Ciseeng terutama yang pemilu 2019 juga ada kendala,” pungkasnya.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *