Rizky Bayu Pradana Sosok Inspiratif Pendiri Sumber Rachmat Rizky Farm

oleh
Rizky Bayu Pradana (srrfarm)

Minimnya minat pelaku bisnis sektor pertanian menjadi salah satu alasan Bayu untuk secara penuh menggarap bisnis peternakan. Menurut Bayu, dari jumlah petani yang ada saat ini 80 persen tergolong petani ‘kolonial’ dalam arti berusia sudah sangat renta.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Artinya, hanya 20 persen anak muda atau kaum milenial terjun ke sektor pertanian.

“Nah dari 20 persen ini, kita bisa ukur berapa yang terjun di peternakan, tidak banyak,” katanya.

Di sisi lain, kebutuhan daging segar untuk wilayah Jabodetabek mencapai 1000 ekor perhari. Bayu mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging yang didominasi restoran dan warung sate tersebut, tidak bisa hanya menggantungkan petani berusia tua.

Jika peluang tersebut tidak diambil anak muda, kata dia, juga akan sangat disayangkan.

“Ini bisnis yang bukan musiman, pangsa pasarnya pasti,” imbuhnya.

Namun, pemanfaatan peluang tersebut, kata Bayu juga harus didukung dengan pengetahuan yang memadai. Soal pengetahuan ini, Bayu mengakui, Dia mendapatkannya sambil belajar usaha.

Karena itu, di awal-awal menggeluti usaha ternak Bayu sempat merugi karena tingginya tingkat kematian hewan ternak yang mencapai 20 persen.
Dia kemudian mempelajari segala pengetahuan yang dibutuhkan sampai akhirnya berhasil menekan tingkat kematian di bawah 5 persen per tahun.

“Maka saya mengajak pemuda dan pelaku usaha pemula menjalankan bisnis ini dengan ilmu. Dengan ilmu bersama-sama kita kembangkan sektor peternakan kita,” katanya

Jika anak muda terjun ke sektor pertanian berbekal ilmu, sambung Bayu, Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris pasti sangat maju.

Bertani, kata Bayu harus dipandang sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Bisnis ini, kata dia, tidak akan pernah mati karena pangsa pasarnya merupakan kebutuhan pokok manusia.

“Karena itu kita harus hilangkan stigma bahwa bertani itu kotor, menjadi petani itu miskin,” imbuhnya.

Saat ini peternakan srrfarm membagi tiga divisi usaha, yakni fattening atau penggemukan, breding (pembibitan) dan juga branding.

Untuk pembibitan atau pengembangbiakan, srrfarm mengembangbiakan ras domba domper, domba texel, dan domba garut. Adapun untuk penggemukan, srrfarm menerima domba apa saja yang dipercayakan mitra usaha kepadanya.

Young Ambassador 2023

Komentar ditutup.