Di Simfoni Aksara, Bupati Rudy Soroti Seni sebagai Ruang Refleksi Publik

oleh
oleh
Di Simfoni Aksara, Bupati Rudy Soroti Seni sebagai Ruang Refleksi Publik

HAYUKABOGOR.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan pentingnya seni sebagai ruang refleksi publik saat menghadiri Konser Simfoni Aksara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Sabtu (22/11).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Rudy menyampaikan apresiasi kepada para penggagas acara, terutama para pewarta dan musisi muda yang terlibat dalam kolaborasi tersebut. Ia menilai Simfoni Aksara bukan sekadar pertunjukan, tetapi medium penyadaran yang menghidupkan kembali kesadaran sosial.

“Pertunjukan seperti ini menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi kami untuk terus hadir dan bekerja lebih baik untuk masyarakat,” ujar Rudy.

Ia menegaskan pemerintah daerah memfokuskan sebagian besar anggaran pada sektor pendidikan dan kesehatan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada 2026, Pemkab Bogor menargetkan Universal Coverage Health (UHC) 100 persen.

“Cukup dengan KTP Kabupaten Bogor, semua biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah dan berlaku di seluruh fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, Rudy mendorong program Satu Sarjana Satu Desa melalui Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes). Program tersebut menargetkan setiap desa mampu menghasilkan minimal satu lulusan sarjana.

Pemkab Bogor juga menyiapkan pembiayaan sekolah bagi pelajar yang tidak tertampung di SMP Negeri. Siswa yang bersekolah di SMP swasta tetap akan dibiayai pemerintah daerah agar tidak ada anak yang terhambat pendidikannya.

Dalam konser tersebut, Rudy turut menyanyikan lagu “Rumah Kita” yang dipopulerkan God Bless, diiringi grup musik Niskala. Penampilannya menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan yang melibatkan sedikitnya 120 talenta muda.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wartawan (Pokwan) Saeful Ramadhan menjelaskan bahwa konser lahir dari kolaborasi antara pewarta, musisi jalanan, dan pelajar Purwacaraka. Ia menegaskan bahwa konser tidak hanya menghibur, tetapi membawa pesan sosial yang kuat.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa banyak orang susah yang perlu dibela, terutama oleh pemerintah,” kata Saeful.

Saeful yang juga merupakan salah satu personel Niskala, menyebutkan grup musik tersebut menjadi ruang refleksi yang mengajak pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Salah satu segmen yang menarik perhatian adalah bagian “rumah kita”, yang menyisipkan naskah batu tulis sebagai simbol bahwa Bogor adalah rumah bersama.

“Bagaimanapun keadaan Bogor, ini adalah rumah kita. Harus dicintai dan dibangun sama-sama,” ujarnya.

Konser Simfoni Aksara menghadirkan perpaduan musik etnik, tradisi, dan instrumen modern, menciptakan suasana yang mengakar pada kebudayaan lokal sekaligus menyampaikan pesan sosial kepada publik.(*)