Hayukabogor.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto ingin mewariskan Kabupaten Bogor pada 2029 sebagai daerah yang terbebas dari warna kelompok maupun kepentingan politik tertentu dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Rudy di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan pemerintahan yang dipimpinnya tidak boleh menjadi representasi kelompok tertentu, termasuk kelompok politik yang berkaitan dengan dirinya.
“Bogor 2029 nanti, yang bisa saya berikan kepada masyarakat Kabupaten Bogor adalah Bogor tanpa warna, kecuali warna masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy dalam Podcast POSISI.
Ia menegaskan tidak ingin meninggalkan “warna Rudy Susmanto”, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, maupun kelompok lainnya dalam pemerintahan.
Menurut dia, Kabupaten Bogor merupakan milik seluruh masyarakat sehingga pelayanan pemerintah harus diberikan secara adil tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan politik.
“Tidak ada warna Rudy Susmanto, tidak ada warna Ketua DPRD Kabupaten Bogor, tidak ada warna siapa pun juga, kecuali warnanya masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Rudy juga ingin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai aparatur yang membawa kepentingan kelompok tertentu.
Ia bahkan menggunakan istilah “pimpinan pelayan masyarakat” untuk menggambarkan peran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan pelayanan publik.
“Saya pastikan Bogor saya pimpin lima tahun ke depan, ASN Bogor adalah ASN yang mencintai rakyat Bogornya,” kata Rudy.
Menurut dia, semangat tersebut diperlukan mengingat Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 6,1 juta jiwa yang harus dilayani oleh sekitar 44 ribu ASN yang tersebar di perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, rumah sakit hingga puskesmas.
Rudy menilai besarnya tantangan Kabupaten Bogor tidak memungkinkan pembangunan hanya dilakukan pemerintah. Karena itu, ia terus mendorong kolaborasi pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, hingga berbagai elemen lainnya.
Ia juga menegaskan pembangunan tidak boleh hanya mengakomodasi kelompok, suku maupun agama tertentu.
“Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang. Bogor tidak bisa dibangun oleh satu suku. Bogor tidak bisa dibangun oleh satu agama. Bogor harus dibangun dengan kebhinekaan,” ujarnya.
Rudy mengatakan masa kepemimpinannya memiliki batas waktu sehingga kesempatan tersebut ingin digunakan untuk membangun fondasi pemerintahan yang dapat dilanjutkan oleh pemimpin Kabupaten Bogor berikutnya.
Ia berharap pada akhir masa jabatan, masyarakat semakin merasa memiliki daerahnya dan ASN semakin menempatkan pelayanan publik sebagai tugas utama.
“Bogor bukan milik siapa pun kecuali milik masyarakat Kabupaten Bogor sendiri. Tidak akan ada warna kelompok Rudy Susmanto di situ,” kata Rudy.







