,

Hijaukan Bogor, 45.152 Pohon Sudah Tertanam dalam 4 Bulan

oleh

HAYUKABOGOR.COM — Pemerintah Kabupaten Bogor tancap gas dalam program penghijauan. Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, pembangunan hutan kota menunjukkan progres cepat dan terukur hanya dalam waktu empat bulan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sejak Instruksi Bupati Nomor: 100.4.4.2/910-DLH diterbitkan pada 31 Desember 2025, program penanaman pohon langsung berjalan masif di seluruh wilayah. Hasilnya, hingga April 2026, hutan kota seluas 156,44 hektare berhasil direalisasikan dengan total 45.152 pohon sudah tertanam.

Pemkab Bogor juga memastikan gerakan ini tidak berhenti di tengah jalan. Lewat program rutin “Selasa Menanam”, penanaman pohon terus dilakukan setiap pekan. Skema ini menjaga konsistensi sekaligus menambah luasan kawasan hijau secara bertahap.

Langkah ini jadi respons konkret menghadapi perubahan iklim. Pemerintah daerah menargetkan penguatan ketahanan lingkungan sekaligus pengendalian emisi karbon. Kebijakan ini juga merujuk pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 terkait nilai ekonomi karbon.

Dalam pelaksanaannya, Sekretaris Daerah memegang peran sebagai koordinator utama. Dinas Lingkungan Hidup turun sebagai pendamping teknis dan evaluator lapangan. Sementara itu, camat di seluruh wilayah diminta menyiapkan minimal satu hektare lahan hutan kota, sekaligus membuka peluang pendanaan melalui CSR atau TJSL.

Perangkat daerah dan BUMD ikut bergerak. Mereka mendukung penyediaan bibit hingga sarana prasarana penanaman. Kolaborasi ini membuat program berjalan lebih cepat dan merata.

Penanaman pohon sendiri sudah dimulai sejak Januari 2026. Puncaknya akan digelar pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, melalui aksi penanaman serentak se-Kabupaten Bogor.

Jenis pohon yang ditanam cukup beragam. Mulai dari pohon cepat tumbuh, tanaman endemik, hingga pohon bernilai ekonomi dan konservasi.

Rudy Susmanto menegaskan, keberhasilan program ini butuh dukungan semua pihak, terutama di tingkat kecamatan. Ia mendorong setiap wilayah tidak hanya memenuhi target minimal, tetapi juga memperluas kawasan hijau.

“Kalau bisa lebih dari satu hektare, itu lebih baik. Desa dan kelurahan juga harus punya ruang hijau untuk memperkuat lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa program ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan investasi untuk masa depan.

“Apa yang kita tanam hari ini bukan untuk kita, tapi untuk anak cucu. Kita mulai dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.