Hayukabogor.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah strategis untuk menjaga iklim investasi tetap sehat dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemkab Bogor memilih turun tangan langsung menghidupkan kembali Vivo Mall—pusat perbelanjaan yang belakangan mengalami penurunan okupansi dan kunjungan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Alih-alih membiarkan investasi swasta berjalan sendiri dan menanggung risiko kerugian, Pemkab Bogor menyiapkan skema stimulus. Salah satunya dengan membiayai sewa 100 kios untuk pelaku UMKM lokal, sekaligus memindahkan dua kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam area pusat perbelanjaan tersebut.
“Ini bentuk stimulus dari pemerintah daerah. Kami siapkan 100 kios di Vivo Mall dan biaya sewanya ditanggung oleh Pemkab Bogor,” ujar Rudy Susmanto, Jumat, 2 Januari 2026.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah hadir untuk melindungi dan memanjakan investor, agar modal yang sudah ditanamkan tidak berujung stagnasi. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan arus pengunjung, beban pengelola pusat perbelanjaan pun ikut terbantu.
Rudy menjelaskan, 100 UMKM yang mengisi kios tersebut merupakan pelaku usaha terpilih yang telah diseleksi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, dengan tujuan mendorong UMKM naik kelas sekaligus menjadi magnet baru bagi pengunjung.
Tak hanya itu, manajemen Vivo Mall juga membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku usaha lain untuk ikut berjualan.
“Manajemen Vivo Mall terbuka untuk siapa pun yang ingin berdagang. Nanti dibagi menjadi dua kluster, sayap kanan dan sayap kiri,” jelas Rudy.
Penempatan OPD di dalam pusat perbelanjaan juga bukan tanpa hitung-hitungan. Rudy menilai, integrasi pelayanan publik dengan pusat ekonomi akan menciptakan efek berganda.
“Ketika masyarakat datang untuk mengurus pelayanan, mereka otomatis datang ke mall. Ini akan menciptakan keramaian, perputaran ekonomi, dan berdampak langsung pada UMKM serta dunia usaha,” katanya.
Kebijakan ini sekaligus dibaca sebagai upaya Pemkab Bogor menciptakan kepastian bagi investor, bahwa pemerintah tidak hanya mengundang modal masuk, tetapi juga aktif menjaga ekosistem usaha agar tetap hidup dan produktif.
Dengan strategi tersebut, Vivo Mall diharapkan kembali kompetitif dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan lain di Kabupaten Bogor, sekaligus menjadi contoh model kolaborasi pemerintah–swasta dalam menjaga investasi agar tidak merugi.







