Bogor buka jalan 10 kilometer menuju pusat pertumbuhan wilayah timur

oleh

Hayukabogor.com – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuka jalan baru sepanjang sekitar 10 kilometer dari Jalan Transyogi menuju Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, untuk mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah timur.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa, mengatakan pembangunan jalan dimulai pada 2025 dan ditargetkan tuntas pada 2026 sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan Kabupaten Bogor.

 

“Kita pun dimulai tahun 2025 membuka jalan baru sepanjang 10 kilometer. Tidak tuntas di 2025, tetapi akan tuntas di 2026 dari mulai Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi,” kata Rudy.

 

Pembangunan jalan tersebut berkaitan dengan rencana pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor Timur yang telah dipersiapkan pemerintah daerah.

 

Rudy menyebut Pemkab Bogor pada 2025 telah menyelesaikan ketersediaan lahan seluas 64,5 hektare di Desa Sukaresmi sebagai lokasi pusat pertumbuhan tersebut.

 

Menurut dia, pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam merespons aspirasi masyarakat mengenai pemerataan pembangunan, termasuk harapan pembentukan daerah otonomi baru Bogor Timur.

 

Rudy menjelaskan proses pemekaran wilayah memiliki tahapan dan kewenangan yang tidak seluruhnya berada di tangan pemerintah kabupaten.

 

Karena itu, Pemkab Bogor memilih menjalankan kewenangan yang dimiliki dengan mempersiapkan infrastruktur dan pusat pertumbuhan baru untuk mendorong pemerataan pembangunan.

 

“Supaya harapan masyarakat tersebut dapat tercapai, lalu pemerataan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor, kita menyebutnya pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah barat, wilayah timur,” ujarnya.

 

Pembangunan jalan Transyogi-Sukaresmi juga melengkapi penanganan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah di kawasan timur Kabupaten Bogor.

 

Pemkab Bogor bersama pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) telah melakukan rekonstruksi jalan dari Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, menuju Sukamakmur sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026.

 

Rudy menilai konektivitas menjadi salah satu fondasi utama dalam membuka pertumbuhan suatu wilayah. Akses jalan yang semakin baik diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

 

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan Kabupaten Bogor yang tidak hanya berpusat di Cibinong, tetapi menyasar wilayah barat, timur, utara, dan selatan.

 

“Kalau mau membangun wilayah, yang dibangun pertama apa? Ibarat sebuah tubuh, urat nadinya bangunlah dulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antarwilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan akan dirasakan dampaknya langsung oleh masyarakat,” kata Rudy.